Senin, 05 Januari 2009

Sastra Tutur Pangkalan Balai

"ASAL USUL NAMA DUSUN PANGKALAN BALAI"

Bermula dari………….

Tujuh rumah pertama ada
asal namanya Talang gelombang
Dihuni oleh beberapa keluarga.
dusun Ini dipimpin tiga orang

1. Puyang Beremban Besi,…: Pahlawan.
penduduk asli desa sini
dia disebut Beramban besi
karena memakai baju besi

dan pacak terbang,

2. Bujang Merawan…., : pimpinan pemerintahan.
3. Cahaya Bintang, … : pimpinan adat.

Mereka berasal dari Cirebon,
anak Mangku Bumi - kesultanan Cirebon

------------------
Dusun kecil ini terus berkembang, satu persatu rumah bertambah. Karena banyak daya tariknya, akhirnya menjadi kampung yang ramai.

-------------
Pencarian penduduk didesa ini
bercocok tanam itu yang pasti
sebagian lagi sebagai nelayan.
Hingga mereka Damai sentosa dan nyaman

-----------
Tahun 1600 sebuah kapal layar merapat didusun ini pemiliknya “TUAN BANGSALI”, beliau adalah seorang ulama besar,. dan didesa ini dia menyebarkan agama islam,.
Dalam waktu singkat, semua penduduk desa ini belajar agama islam.
“THALIB WALI” penduduk setetempat adalah orang kepercayaan beliau.

Setelah kedatangan “TUAN BANGSALI” desa ini mengalami
perkembangan yang pesat hingga pimpinan desa ini memindahkan dusun keseberangnya (Napal sekarang).

-----------
Di Desa Napal ini mereka membangun perkampungan baru rumah-rumah kokoh berdiri megah.

Kemudian membangun sebuah balai desa yang cukup besar dan sebuah pangkalan tempat berlabuhnya perahu dagang dan perahu nelayan, dan pangkalan ini dinamakan pangkalan napall (Pangkalan Bangsali).

------------------
Tidak berapa tahun kemudian Puyang Beremban Besi Wafat, dan berwasiat supaya agar dimakamkan kearah hilir dusun (kira-kira 2 km dari bom berlian sekarang).
Dan ditempat makam beliau ini tumbuh nipa kuning.

Setelah kematian Puyang beramban Besi., kemudian Bujang Merawan dan cahaya bintang mengundurkan diri karena sering sakit-sakitan dan sudah tua,
Maka pimpinan beralih ke “THALIB WALI”.
Kemudian “THALIB WALI” menunjuk dua orang lagi yaitu :

“Puyang Rantau Pedodo, sebagai kepala pemerintahan, dan
“ Muning cana, sebagai Pahlawan, dan beliau ini seorang yang gagah berani.

“THALIB WALI” ini mempunyai seorang anak yang bernama “MUNAI” maka orang-orang desa ini memanggil beliau dengan sebutan “ MUNING MUNAI”.

-------------
“THALIB WALI” memusyawarahkan dengan rakyat untuk memilh wakil mereka yang dianggap bijaksana dan wibawa yang, maka terpilihlah “NGUNANG” sebagai Rio (kerio) di desa ini untuk yg pertama kalinya. Kemudian “THALIB WALI” didaulat menjadi khotib yg mengemban tugas agama yaitu bertugas sebagai:

1. Pencatat nikah, tolak, rujuk.
2. mengurus kelahiran dan kematian.
3. mengurus persedekahan rakyat.

Beberapa tahun kemudian “TUAN BANGSALI” menilai ada beberapa orang yang dipandang cakap dalam ilmu agama Islam mereka ini adalah “THALIB WALI” dan “DUL”, sedangkan “DUL” berasal dari talang Majapani (Lubuk Rengas sekarang ini). dan kedua orang ini diajak pergi haji ke tanah suci mekkah dengan menggunakan perahu layar.

----------
Setahun kemudian mereka yang pergi haji tersebut kembali kedesa ini, mereka banyak sekali membawa oleh-oleh, disamping itu ada oleh-oleh khusus yaitu , Thalib wali membawa.
1. Serumpun pohon Paojenggih
2. Serumpun pohon beringin nyungsang.
Dengan ketentuan harus ditanam didusun, Paojenggih ditanam diusebelah kiri naik, dan beringin Nyungsang ditanam disebelah kanan naik.
Sedangkan “DUL” membawa serumpun Maje.

------------
Dari tahun ke tahun dusun ini terus mengalami kemajuan dan masih tetap bernama “TALANG GELOMBANG” dan pangkalannya masih tetap bernama Pangkalan Bangsali.


Setelah 40 tahun wafatlah Rio Ngunang. Karena perkembangan dusun sangat pesat maka dilantik seorang Pasirah
(Depati) oleh “SUSUHUNAN RAJA-RAJA PALEMBANG” yang berkedudukan didusun limau.

Dusun Limau ini dibuat oleh Anak Dalam Muara Bengkulu. Rionya adalah Rio Bayung adalah anak dari Mangku Bumi kesultanan Majapahit dan pada waktu Majapahit jatuh kekuasaanya, maka kelima anak dari mangku Bumi melarikan diri ke sumatera,

yang tertua di SungSang bernama Ratu Senuhun,
yang kedua di limau yaitu Rio Bayung,
yang ketiga dibetung yaitu Rima Demam,
dua orang wanita di abad penukal (Air Hitam).

Ratu Senuhun pada waktu berlayar perahunya tersangsang dan tidak bisa turun lagi, maka daerah tersebut dinamakan Sung Sang tetapi sebenarnya adalah Sang-Sang.

Sedangkan Depati Bang Seman, anak nya yang tertua bernama Nuri maka dipanggil Depati Nuri. Selama delapan tahun dia menjabat sebagai Depati istrinya meninggal, maka depati Nuri terpukul dan mengundurkan diri sebagai Depati, maka dia digantikan oleh Depati Buta karena matanya Buta sebelah, tetapi kewibawaannya tinggi dan pergaulannya sangatlah luas, maka orang-orang menaruh hormat padanya.
Setelah tujuh tahun beliau memegang tampuk pemerintahan, kemudian beliau sakit dan wafat.

----------------
Tiap-tiap dusun yang ada Rio harus pula diadakan seorang khotib, dan tugas seorang khotib adalah mencatat nikah, tolak, rujuk, kematian, kelahiran, dan -persedekahan rakyat.

Karena dipandang dusun Limau sulit perhubungan lautnya maka diambil suatu kebijaksanaan bahwa pemerintahan stap pasirah dipindahka ke dusun Galang Tinggi.
Dusun Galang Tinggi dibuat oleh si Pahit Lidah.

Setelah diadakan musyawarah terpilihlah Depati Jebah sebagai depati yang pertama Didusun Galang Tinggi.
Lima tahun kemudian Depati Jebah Wafat dan digantikan oleh Depati Renyab.

----------
Tak lama kemudian ada peraturan untuk memilih depati dengan keputusan musyawarah bersama maka terpilihlah ‘ Mentadi.”

----------
Setelah empat tahun mentadi menjadi Depati, Tanjung menang terjadi kemarau panjang selama Sembilan bulan,
Mentadi membuat ladang dan membakar ladangnya itu api menyebar luas lalu menyerang hutan-hutan dan kampung-kampung kecil ada dua buah rumah yang didalamnya itu ada orang tua yang sedang sakit dan anak berumur dua tahun ikut terbakar dan meninggal.

Maka depati Mentadi dituntut, atas keputusan hakim dia dihukum tiga tahun penjara dan diberhentikan dari Depati.
Dua orang sahabat karib Mentadi :
1. Pak Marem Bubok, dan
2. Pak Jemaer yang nama aslinya tamsi.
Mereka menghadap pengadilan akan menemani Mentadi selama didalam penjara, dan oleh pengadilan diterima, maka hukuman tersebut hanya satu tahun.

--------------
Setelah Mentadi meletakkan jabatannya sebagai depati, maka atas hasil musyawarah terpilihlah pak Betiah sebagai depati dan beliau digelari orang sebagai Depati Bungkuk, sayang beliau ini buta huruf dan hanya bisa menjabat sebagai depati tiga tahun.

Semasa pemerintahan depati bungkuk Palembang telah jatuh kepada pemerintah Hindiah Belanda. Maka, setelah depati Bungkuk berhenti dan atas hasil musyawarah terpilihlah kembali Mentadi sebagai depati untuk jabatan selama 20 tahun,

Para Pejabat-pejabat pemerintahan hindia belanda datang kedusun Tanjung Menang dan menanyakan mengapa nama dusun ini Tanjung Menang, dan nama pangkalannya adalah pangkalan bangsali,.
Depati Mentadi menerangkan bahwa dinamakan dusun Tanjung Menang karena dusun ini telah berhasil memenangkan peperangan dengan para Lanon (Bajak Laut), sedangkan pangkalan Bangsali dibuat oleh “TUAN BANGASALI” sendiri.

Pemerintahan hindia Belanda mengadakan musyawarah untuk merubah nama dusun tanjung menang. “ ,
karena dusun tanjung menang mempunyai “ balai “ maka namanya dirubah menjadi “ PANGKALAN BALAI ‘ -
Pangkalan adalah Pelabuhan.
Balai adalah Tempat Pertemuan . Jadi nama Pangkalan Balai itu mempunyai arti : tempat berlabuh yang digunakan untuk pertemuan-pertemuan. .




Palembang, 23 mei 2008.

Jan Rumein Hamid, SH, (Totok) bin, Sutan Abdul Abdul Hamid Rahman.
(Putra Pangkalan Balai
Sutradara,Penulis Sinetron TVRI dan TPI. Jakarta



Nara Sumber :

H. BADERI MAMAK
dan Hasil Konsultasi Regional BAPEDA TK.I
Tanggal, 25 s/d 27 September 1986di – Palembang

Sastra Tutur Ogan Ilir

"PUTRI SENURO"

Tersebutlah kisoh seorang putri nan cantik jelita
Putri Senuro namanya,Putri pinang masak gelarnya..
Sang raja berhasrat menyuntingnya
Putri Bermuram durja, menolak dijadikan selir
dan bersumpah “ Lebih baik mati dari pada jadi Gundik rajo
putri pergi meninggalkan rumah
Sungguh setia Dayang dan pengawal bersama sang putri meski terlunta.
Hingga tiba disebuah desa
Bertemu dengan seorang pemuda, Sang sungging Namanya
Sang putri bahagia dan memberi nama desa,
dusun senuro namanya………
Akhir hayat putri bersumpah kelak didusun ini, siapa yang cantik melebihinya, maka dia akan disambar petir.
Setelah lagu selesai sang penutur mulai bercerita………



Tersebutlah seorang putri bernama NAPISAH bergelar Putri Pinang Masak, yang berasal dari Banten jawa barat. dan bermukim di 4 ulu laut Palembang.

Terbetiklah suatu berito yang sampe kepado sunan, bahwa diulu laut Plembang ado seorang “ Putri bernama Napisa dengan gelar Putri Senuro“ kecantikannya tiado tara serta tandingannyo diseluruh kerajaan Plembang,
Berita kecantikan putri tersebut tersebar luar dikalangan anak pembesar kerajaan , serta menjadi pembicaraan hangat para pemuda diseluruh negri, sehingga banyak para bujang yang berlomba-lomba ingin memilikinyo,

Kabar kecantikan dan kemolekannyo Putri ini sampe jugo kekopeng Sunan, sehingga timbullah hasrat Sunan untuk membuktikan kebenaran akan cerita kecantikan Putri tersebut .
Kemudian Timbullah hasrat dihati Sunan untuk melihat dari dekat akan Putri itu, dan kalau memang benar, akan dijadikannya gundik , penambah gundik yang telah ada diistana.
Dengan Serta merta Sunan Palembang langsung mengutus beberapa pengawal istana untuk menjemput dan membawanya ke istana .

Sebelum pengawal datang untuk menemui putri , sang putri sudah lebih mengetahuinya sendiri .
Putri sangat bersedih hati dan bermuram durja, Putri berusaha dan berikhtiar makmano caranyo dapet terhindar dari mala petaka ini, dio bertekad dan besumpah..

“ Lebih baek Mati dari pado jadi gundik Sunan “ ,

Akan tetapi untuk menghindari dari perintah Sang Sunan tidak mungkin , karena kekuasaan sunan sangat kuat dan mempunyai pengawal serta hulu balang yang sangat gagah berani dan mempunyai ilmu tinggi.


Sang Putri dan keluargonyo berpikir dan merenung akan nasib .
Setelah lama berfikir keluargo ini mendapat akal yaitu dengan membuat Tipu muslihat untuk mengelabui Pengawal istana.

Sebelum utusan datang menjemput Sang Putri ngerebus jantung pisang,.

Setelah rebusan itu dingin lalu dimandikennyo keseluruh badan Putri Pinang Masak., .Akibatnyo badan putri menjadi hitam pekat, badannyo kotor menjijikankan bagi yang mejingoknyo. dan kemolekannyo menjadi hilang,..
Putri pinang masak lalu ngoeroeng dirinyo di kamar, hingga jemputan Sunan datang.

Ketiko pengawal Utusan Sunan sampai dirumah Putri dan akan menjemput Putri Para pengawal menjadi terkejut bukan alang kepalang, mereka jadi heran dan ragu apakah benar orang ini adalah Putri Napisah (Putri Pinang Masak) yang kecantikannya menggemparkan seluruh negeri
Timbullah keragu-raguan mereka untuk membawa Putri, mengurungkan niat mereka, akan tetapi karena ini perintah Sunan dan tidak boleh dilanggar , akhirnya Putri Napisah ( Senuro) dibawa juga ke istana untuk dipersembahkan kehadapan Sunan.

Sesampai Disitana dan ketika Sunan melihat wajah Putri Pinang Masak yang didalam berita bukan main cantiknya, menggemparkan Seluruh negeri , ternyata sangat berlainan, sangat buruk, Maka sunan sangat terkejut dan murka , seketika itu juga tanpa berpikir panjang lagi dengan secara kasar , diusirlah sang putri dari istana .
Maka dengan bergegas Sang Putri pun meninggalkan Istana kembali kerumahnya.
Bukan main senang dan gembira Putri dan keluarganya karena tipu muslihat nya berhasil dengan baik.

Alkisah Putri Pinang masak tak putus-putusnyo dirundung malang, lepas dari kesengsarohan yang satu disusul kesengsarohan yang lain “Malang tak dapat di tolak Mujur tak dapat di raih ”, ceritera kemolekan putri Pinang Masak masih tetap tersebar, konon kabarnyo
Ado yang sampe tergilo-gilo.

Kabar ini sampai juga keistana dan sampai langsung kepada Sunan,
Sunan meraso tertipu dan dalam hatinya timbul hasrat untuk menyelidiki keadaaan sang putri yang sebenarnya.
Setelah beberapa lama para siasat menjalankan tugasnya dengan seksama, dan dengan susah payah , akhirnya para siasat dapat membuktikan bahwa berita yang tersiar itu memang benar adanya, Putri napisah, (pinang Masak) sangat cantik dan tidak ada tolak bandingannya. Diseluruh negeri , dan mengapa Putri pinang masak ketika dihadapkan dengan Sunan wajahnya kotor dan menjijikkan itu karena dia tidak mau dijadikan Gundik oleh Sunan.

Mendengar laporan dari para siasat (penyelidik) ini timbullah kemurkaan sunan yang amat sangat , karena beliau merasa sangat tertipu oleh Putri napisah (P.Pinang Masak).
Sunan memerintahkan Hulubalang dan beberapa pengawal , agar dengan secara paksa menangkap sang putri Pinang Masak dan membawanya ke istana.

Adapun berita tentang penangkapan ini , segera pula sampai ketelinga sang putri dan keluarga, Betapa sedih hati mereka, semua bermuram durja , Putri mendekati para dayang dan sahabatnya yang setia untuk berunding bagaimana akal dan ikhtiar untuk melepaskan diri dari tangkapan Sunan.

Setelah berunding beberapa saat, maka didapatlah suatu keputusan bahwa satu-satunya jalan ialah melarikan diri ,
Pada suatu malam bersama dengan dua orang dayang-dan dua orang pengawal berangklatlah mereka dengan sebuah perahu menuju ke uluan sungai ogan.

BREAK :
Lagu Nasib. :

Berbulan-bulan rombongan Putri nyusoeri sungai dan lebak, sambel bersingitan dari kejeran pengawal istano.
Akhirnyo sampelah mereka pado sebuah lebak yang cukup luas, yang kelak lebak itu bernamo lebak Meranjat.

Pado sebuah teluk yang bernamo Teluk lancang, rejung mereka dihadepken ke teluk tersebut, dan langsung melayari sebuah paya yang sangat deres banyunyo.
Pado suatu tempat yang dipandang cukup aman yang di perkiroken dak mungken lagi ditemuken oleh pengawal istana Mereka bermukim di tempat itu.

Kedatengan sang Putri diketaui oleh penduduk sekitarnyo, tiada lamo tempat itu makin rami, akhirnyo menjadi sebuah dusun yang bernamo “Senuro”. Namo ini diembek dari namo sang Putri, kareno sejak dio berdiem ditempat itu, dio mengobah namonyo menjadi “Putri Senuro”.

Putri pinang masak ditempat ini hidup bersamo Duo wong dayang yang setio dan dikawal oleh duo wong pengawal dengan sangat ketat, dan mereka bertekat akan menjago sang Putri sampe tetes darah yang penghabisan.

Ditempat yang baru inipun Sang Putri selalu menjadi idaman bujang-bujang, terutamo anak-anak wong terkenal.
Ditempat yang baru ini Putri Pinang Masak mengajarken beberapo kepandian gadis2, antaro lain anyam-anyaman alat2 dapur seperti bakul dan lain2, dan ada satu kepintaran Sang putri adalah menganyam bakul yang dak tembus dengan banyu.

Tidak berapo jauh dari tempat tinggal sang putri,` berdiemlah wong pelarian jugo dari Plembang, yang bernamo Abdul hamid,dengan gelar Sang Sungging beliau adolah wong ahli pertukangan dan pande emas,

Pada suatu hari Sang Sungging mintak masakkan gulai pada Putri Senuro, sang putri memenuhi permintaan itu,
Setelah gulai masak, dibuatlah sebuah bakul dengan tudingnya untuk tempat gulai tersebut. dan langsung dikirim kepado sang sungging,
Mendapat kiriman Dari Putri Senuro, Sang Sungging langsung membuka bakul tersebut dan alangkah herannya Sang sungging, karena sedikitpun kua gulai itu tidak menetes keluar.
Setelah habis gulainya dimakan lalu bakul tadi dibaleken pado Putri Senuro, dengan diisi umbung sugu panjang sembilan depa .

Dengan hati ladasnyo sang putri sangat gembira dan kagum melihat Umbung sugu yang panjangnyo Sembilan depa ini.
Pado suatu hari, sang putri senuro jatuh sakit, dan sakitnyo kian lamo kian parah, sehingga sang puteri meraso dio akan wafat.
Pado saat terakhir dan kritis ini, puteri pinang masak masih sempat menyatoken sumpah dan doa yang terkenal, ……

“ Aku mohon pada Tuhan agar anak cucuku kelak kemudian hari jangan cantik seperti aku, kareno kecantikan itu akan membawa kesengsara seperti aku”.

Setelah sang puteri mengucapkan sumpah tersebut, mako puteri pinang masak pun menghembuskan napas penghabisan. Beliau wafat meninggalkan empat wong dayang dan duo wong pengawal yang sangat setio. Bagi anak cucunyo, puteri pinang masak menjadi pelambang kaum wanita yang menjunjung tinggi martabat kaumnyo.
Setelah sang puteri meninggalkan dunio, dayang-dayang dan pengawalnya bertekad akan tetep berdiam di tempat itu, dan akan mati berkubur disamping kubur sang puteri.
The End.

Kalu kito dateng ke makam puteri senuro, kita akan dapat menjingok kuburan para dayang dan pengawalnyo.
Selanjutnya sebagai pembuktian kisah ini, kito dapet mejingok bahwa gadis-gadis di dusun ini memang kurang molek dibandingkan dengan dusun lain, Keadaan tersebut dihubungkan dengan sumpah puteri sonuro, seolah –olah terkabul, atau hanyo kebetulan saja.

Palembang, Desember 2008.

Penulis
JanRumein Hamid,SH.

Kesimpulan/pendapat informan :

Cerito puteri pinang masak ini didapat dari orangtua-tua antoro lain dari nenek putih koneng dan kerio dusun senuro.
Penduduk dusun ini beranggepan sumpah puteri pinang masak masih berkat, bahwa anak cucunyo yang gadis jangan ado yang molek. Cerito ini masih terkenal di tanjung batu, dan sampe mak ini makam putri ini sering dikunjungi wong.

Sastra Tutur Ogan Ilir

“SANG RIMAU MERANJAT”

Ada pade sebuah cerite Buyut Ni ingsal nyawa , yang berasal dari dusun Lintang Empat Lawang karena malu dengan kakaknya yang tua sibuku nyawa, maka dia dan kakaknya yang menegah bernama ‘ Si Terang Nyawa merantau.
Si Terang Nyawa kesebelah barat sedangkan Ni Ingsal Nyawa ketimur.

Setelah berbulan-bulan Ni Ingsal Nyawa sampai di perantauan dan berdiam didusun Meranjat .

Sudah beberapa tahun dia tinggal disini karena tingkah lakunya baik dan pemberani dan oleh kepala dusun bernama Rio Siropati yang berasal dari Banten. Ni Ingsal Nyawa ditunjuk sebagai kepala keamanan daerahnya. (Meranjat)

Walaupun Perawakan Ni Ingsal Nyawa tidak kekar, malahan agak kerempeng , tetapi gerakannya sangat gesit. Matanya memancarkan sinar Hipnotis yang mempesona. Orangnya agak pendiam, tetapi kata-katanya bernas , dia disegani oleh kawan maupun lawan . ditelapak kakinya terdapat penyakit bubul dan sangat mengganggu gerakannya, jalannya kadang terlihat agak terseok.
Ada yang mengatakan bahwa gerakannya itu hanya dibuat-buat untuk mengelabui musuh bahwa dia adalah orang yang lemah dan mudah ditundukkan.

Siropati kepala dusun Meranjat , gemar memelihara kerbau , diantara sekian banyak kerbaunya ada seekor kerbau jantan yang perkasa , setiap diadakan aduan kerbau , kepunyaaan Siropati selalu menang , dan pada akhirnya keganasan kerbau ini sampai ditelinga Sunan Palembang. Yang gemar dan sering mengadakan bermacam-macam aduan ,
Sunan Palembang mempunyai seekor harimau besar dan ganas yang baru ditangkap, dia ingin sekali memngadu harimau itu.

Siropati Kepala dusun diperintah oleh sunan agar membawa kerbaunya yang terkenal melawan itu ke Palembang, untuk diadu dengan harimau yang baru tertangkap itu , Siropati memenuhi perintah itu tanpa membantah. Dan Ni Ingsal Nyawa ditunjuk sebagai kepala Rombongan.

Pada hari aduan yang sudah ditetapkan, manusia datang berjejal-jejal ingin menyaksikan pertunjukan yang mengerikan itu, menuju arena yang sudah dibangun sedemikian rupa.
Setelah segala sesuatu telah siap maka dalam keheningan yang mencekam , kerbau siropati dimasukkan ketengah gelanggang . dan suasana lebih mencekam lagi ketika Harimau yang ganas itu dikeluarkan dari kurungan nya, semua penonton menarik nafas panjang , merasa takut dan ngeri , harimau itu berjalan lambat-lambat tapi pasti menuju dimana kerbau berada.
Sementara Kerbau Perkasa itu, mengais-ngai tanah dan mendengus keras-keras membuat debu berterbangan keudara.

Kini kerbau dan harimau itu sudah berhadap-hadapan , harimau mengeram-geram sambil mengambil ancang-ancang dan meliukkkan badannya bersiap untuk menerkam kerbau sedangkan kerbau menatap lekat sambil mendengus –dengus keras, menundukkan kepala siap menyambut terkaman harimau itu dengan tanduknya yang runcing.
Sementara itu terdengar suara penonton mulai menghasut binatang yang sedang menyabung nyawa itu. .
Sejurus kemudian pergulatan seru terjadi. Dengan kuku yang panjang dan runcing – runcing sang harimau langsung menrkam si kerbau, dan setiap serangan yang datang kerbau berkelit sambil memutar tubuhnya dan mengandalkan tanduknya yang runcing.
Pergulatan cukup lama darah mulai keluar dari tubuh kerbau, begitu juga dari tubuh harimau, semakin banyak darah yang keluar dari binatang ini semakin menggema membelah langit suara penonton.

Suatu ketika, harimau melancarkan serangan yang sangat berbahaya yang mengarah pada bagian-bagian tubuh kerbau yang lemah.
Serangan itu rupanya menentukan nasib kerbau yang perkasa itu. Dia menggoyang-goyangkan kepalanya dengan keras untuk melepaskan kuku dan taring harimau yang menancap di lehernya , tapi tak berhasil. Setelah berputar-putar sebentar tubuhnya yang besar dan gagah itu roboh jatuh kebumi buuummm. !

Sorak dan pekik penonton seperti gila, tapi ada juga yang diam terpana. Kengerian yang mengesankan .
Sementara itu disisi lain Sunan Nampak senang tertawa,- tawa sambil menunjukan jempolnya pada harimaunya yang keluar sebagai pemenang.

Dalam suasana yang gegap gempita itu, tiba-tiba Ni Ingsal Nyawa melesat dengan cepat ketengah gelanggang , terus menuju kehadapan sunan yang berada di Panggung kehormatan . Orang yang menyaksikan menjadi terkejut dan heran , dan ada yang berteriak teriak menyuruh nya cepat-cepat keluar dan menghindar dari arena , orang-orang itu mengkhawatirkan keselamatan nayawanya.

Melihat ada orang yang berani memasuki gelagang,, Harimau dari kejauhan Nampak mengeram-ngaram dan mengaum sambil mengangakan mulutnya , memperlihatkan giginya yang runcing –runcing .
Sementara itu Ni Insal Nyawa kini ia telah ada dihadapan Sunan Palembang yang berjarak cukup terdengar untuk bicara karena Sunan berada diatas Podium yang dikelilingi oleh Kawat pengaman. Dan Ni Ingsal berkata pada Sunan .

“ Ampun beribu ampun baginda , perkenankanlah Beta melawan harimau itu … !

“ Apa katamu… ?.kau ingin melawan harimau yang ganas itu… ?
Apa kau sudah gila… ! ……………. Sedangkan kerbau yang perkasa itu saja habis dikoyak-koyaknya , Mustahil badanmu yang kecil dan sekurus ini dapat melawan nya… kau ini sudah benar-benar gila….”.
kata sunan tak percaya dan sedikit marah…

“ Tapi Beta akan mencobanya, Baginda…… Beta mohon perkenankanlah baginda. Beta merasa malu kerbau yang kami bawa sejauh itu dari desa ternyata mati dalam pertarungan ,… “
Ni Ingsal nyawa terus memohon dan mendesak .

“ Jadi kau berasal dari dusun lintang .. ??? Tanya sunan kemudian..

“ Benar Baginda… “ jawab Ni Insal Nyawa.

“ Apa sudah kau pikirkan akibatnya ?. Kau akan mati dikoyak-koyak nya.
Lanjut sunan , Tapi dalam hatinya dia merasa kagum atas keberanian Ni Ingsal Nyawa.

Ketika mereka lagi berbicara , dengan mengeram harimau tadi berjalan menuju tempat Ni Ingsal nyawa berada. .. Melihat ini Sunan menyuruh Ni Ingsal Nyawa Naik keatas Panggung melalui sebuah tangga , setelah berada dihadapan Sunan Ni Ingsal kembali mengulangi perkataannya ..

“ Sekali lagi Beta Mohon pernankan dan izinkanlah beta untuk melawan harimau itu baginda,,, …

“ kau betul-betul ingin mencobanya .. ? tapi kau jangan menyesal nanti.. “
Sunan menjawab tersinggung .

“ Beta akan melakukannya baginda……….
Dengan mantap Ni Ingsal berkata.

Semua orang menanti hasil pembicaraan itu. Ternyata Sunan mengizinkan … dan pertarungan anatara harimau dan Ni Ingsal Nyawa di Mulai.


Setelah Ni Ingsal Nyawa mendapat perkenan Sunan, dengan gerakan yang lamban setengah berjingkat karena penyakit bubul yang ada di bawah telapak kaki nya, dia terjun ketengah gelagang..
Semua penonton memusatkan perhatiannya kepada harimau dan Ni Ingsal . Keduanya sudah berhadapan . Ni ingsal Nyawa dengan keris ditangan kanannya menatap harimau .
Sedikitpun Ni Ingsal Nyawa tidak berkedip menatap dangan tajam mata harimau yang ganas itu .
Harimau itu meliuk-liukkkan badannya kekanan , mengatur ancang-ancang untuk menerkam dan bet seperti sebuah bayangan saja Harimau itu menerkam dengan kukunya yang tajam terarah kepada Ni Ingsal Nyawa. Dengan sedikit menunduk dan berkelit ke samping kiri Ni Ingsal Nyawa dapat mengelakkan serangan harimau itu.
Semua penonton juga Sunan serta pembesar istana menarik nafas melihat adegan yang mengerikan ini.
Setelah sama-sama memutar badan kembali keduanya berhadap-hadapan . Harimau itu jadi tambah geram karena serangannya dapat dielakkan oleh Ni Insal , Dengan secepat kilat Harimau kembali menerkam ….. dan suara penonton terpekik ngeri ketika badan Ni Insal Nyawa terhuyung-huyung kena sambaran kuku harimau itu.
Tapi Rupanya kuku harumai itu hanya mampu mengoyak baju yang diapakai Ni Ingsal Nyawa dan sedikit berobek kulitnya .

Pada terkaman ketiga Ni Ingsal nyawa tidak lagi mengelak. Tapi terkaman bernafsu harimau itu disambutnya dengan keris terhunus ditangan kanannya . Pada waktu itu terdengar raungan yang keras dan dahsyat dari harimau , ternyata keris Ni Ingsal Nyawa telah bersarang diperut harimau itu , yang kemudian diangkatnya tinggi-tinggi di putar-putarnya untuk dipertontonkan kepada semua penonton yang ada kemudian dijatuhkannya ketanah. Hanya sebentar harimau ganas itu menggeliat-geliat, akhirnya mati tak berkutik lagi.
Ni Ingsal Nyawa sambil menghapus-hapus darah yang melekat di tangannya terus berjalan menghadap sunan yang duduk di panggung kehormatan.
Sorak sorai penonton bergemuruh bagai derap kuda di padang rumput , semuanya memuji akan ketangkasan dan kehebatan Ni Ingsal Nyawa .

Sunan kemudian bicara pada Ni Ingsal yang ada dihadapannya .
“ kau sungguh Hebat Ni Ingsal Nyawa “ kau lebih tangkas dari harimau aku ingin memberimu nama baru, sesuai dengan kegagahanmu yaitu :
USANG RIMAU ATAU ANAK RIMAU.

Usang adalah panggilan orang yang sangat dihormati dan disegani karena kesaktiannnya , ,,, … Nama ini lah yang dipakai Ni Ingsal Nyawa sampai dia wafat .
The End

Palembang, Desember 2008.
Penulis.

Jan Rumein Hamid, SH.
Sumber :

CERITA RAKYAT Sumater Selatan
Departemen Pendidikan dan kebudayaan Pusat penelitian sejarah & Budaya 1978 / 1979.

KESIMPULAN :
Cerita Sang Rimau ini didapat dari cerita orang tua-tua didaerah meranjat, Masyarakat daerah meranjat menganggap cerita ini betul-betul terjadi dan usang Rimau adalah merupakan asal –usul nenek moyang Suku Meranjat . Sampai sekarang Makam Usang Rimau dianggap keramat dan Masih banyak orang yang datang berziarah kesana.
Usang Rimau semula berasal dari daerah Lintang Empat lawang. Kemudian menetap didaerah meranjat yang selanjutnya merupakan cikal bakal nenek moyang suku mernjat.
Kemungkinan sampai sekarang ada hubungan bahasa dan adat istiadat .
Perlu pemerliharaan makam tersebut baik oleh masyarakat setempat maupun pemerintah.